Tampilkan postingan dengan label murah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label murah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 November 2010

Regulasi Mobil Murah dan Ramah Lingkungan Segera Rampung

Menteri Perindustrian MS Hidayat ketika berkujung ke pabrik Daihatsu di Sunter kemarin siang (kedua dari kanan)dan Budi Darmadi (paling kiri)

JAKARTA, Pasiar2.blogspot.com - Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya menyelesaikan regulasi mobil murah dan ramah lingkungan (low cost and green car) pda akhir tahun ini. Badan pembina industri nasional ini berjanji akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk merumuskan penetapan fiskal program tersebut.Menteri Perindustrian M. S. Hidayat di Jakarta, kemarin mengatakan, “Mereka (produsen) menunggu penyikapan fiskal. Karena saya Menperin, bukan Menkeu, jadi saya tak bisa menjawab bentuk insentifnya seperti apa. Saya akan bicarakan kepada Menkeu (Menteri Keuangan) dan lapor ke Menko (Menteri Koordinator Bidang Ekonomi). Secepatnya saya menyikapi dan mereka akan merespon”.Akhir TahunPada kesempatan yang sama, Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kemenperin Budi Darmadi yang terlibat langsung merumuskan kebijakkan ini menjelaskan, saat ini pihaknya sedang menelaah kajian teknis produksi mobil murah dan ramah lingkungan tersebut. Hal ini perlu dilakukan agar batasan yang ditentukan pemerintah jelas dan bisa diikuti produsen otomotif di Indonesia."Kepala (pokok) regulasi sudah jadi. Sekarang ini saya lagi menghitung proses pabrikasinya. Hasilnya nanti adalah PP (Peraturan Pemerintah). Ditargetkan di akhir tahun. Mudah-mudahan bisa!" jelas Budi.Saat ini tiga produsen mobil dunia, yaitu Daihatsu, Suzuki dan Hyundai sempat menyatakan minat pada program ini. Bahkan, Daihatsu menunjukkan keseriusannya dengan menghadirkan F-Concept di pameran Indonesia International Motor Show 2010, Agustus lalu. Sedangkan, Chairman Suzuki Motor Corporation, Osamu Suzuki saat berkunjung ke Wapres Boediono juga menyatakan ketertarikannya. Sementara itu, Wakil (Deputy) Direktur Manufacturing ADM, Pongky P, kemarin mengatakan, sampai saat ini produsen belum bisa melakukan langkah karena belum qada regulasi yang jelas. Proses produksi baru bisa dilakukan jika hitungan skala ekonomisnya yang jelas.
Sumber : Kompas.com

Sabtu, 30 Oktober 2010

Mobil Murah Tata Nano Dapat Saingan dari China

ANHUI, Tata Nano jangan cepat puas diri dengan keberhasilannya memproduksi mobil murah. Pasalnya, bakal muncul pesaing dari negara yang berpenduduk terbanyak di dunia, China. Mobil ultra mini yang bakal menyandang gelar sebagai mobil termurah masih digodok oleh Anhui Anchi Automobile Industry Co Ltd. Demikian seperti dikutip Chinacartimes.com (7/1/2010).

Anchi belum mau mengumumkan waktu mulai proses produksi. Bocorannya, proyek mobil termurah itu bernama MC6320A (MC: Mini Car) dengan dimensi panjang 3,19 meter, lebar 1,67 meter, tinggi 1,61 meter, dan bobot 830 kg. Kapasitas mesin ada tiga pilihan, mulai dari 800 cc, 1,0 liter, dan 1,1 liter. Untuk kedua mesin terakhir, mereka menyediakannya dalam varian transmisi manual dan otomatis.

Pabrikan belum mau bicara soal harga. Namun, sejumlah prediksi menunjukan bahwa mobil tersebut akan bersaing dengan mobil termurah saat ini, Tata Nano, dari India.

Di pasar lokal China, produk Anchi banyak dikenal oleh kalangan pedagang dengan bermain di sektor kendaraan niaga, seperti model SUV dan light truck. Di wilayah Anhui, produk Anchi menjadi mobil terlaris ketiga.(Kompas.com)