Tampilkan postingan dengan label smp. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label smp. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 Januari 2011

Siswi SMP Diperkosa Teman Chatting di Facebook

kompas.com
korban diperkosa
RD Anak Baik
Dimata keluarga RD adalah anak baik. Lisa, tante RD, ditemui wartawan Sripo di sebuah komplek perumahan di kawasan Kalidoni Palembang, mengatakan RD tak pernah berbuat macam-macam, meskipun sedikit manja dengan orangtuanya.

Ketika ditanya mengenai peristiwa yang menimpa keponakannya, Lisa awalnya enggan berkomentar. Namun setelah dijelaskan, mahasiswi IAIN Raden Fatah Palembang ini akhirnya mau bicara. Menurutnya, pihak keluarga tidak ingin aib tersebut sampai diketahui orang lain.

Mereka tidak sanggup menanggung malu. Lisa tidak percaya ketika Sripo menjelaskan pengakuan Tio, pelaku
pemerkosaan.
Menurutnya RD
anaknya baik, cerdas dan pendiam.

Meskipun agak manja dengan orangtuanya, ia tidak pernah berbuat macam-macam. Setiap berangkat dan pulang sekolah, ia juga selalu diantar jemput.
"RD tidak ada masalah dengan orangtuanya. Semuanya baik-baik saja. Saya tidak percaya jika RD yang mengajaknya ke hotel," tegas Lisa.

Berita Lainnya
  Sumber: Sriwijaya Post  

- Penemu jejaring sosial facebook mungkin tidak pernah menyangka bahwa temuannya akan disalahgunakan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab. Seperti yang dialami gadis bau kencur ini.

RD (14), siswi SMP swasta di Palembang, diduga diperkosa kawan barunya yang dikenal dari facebook. Perkenalan via dunia maya itu berujung pada dugaan perkosaan. Pelakunya Tio Galinugraha (19) mahasiswa sebuah PTS di Palembang. Ia diduga memerkosa RD di sebuah hotel di kawasan Lemabang, Minggu (23/1/2011).

Tio berhasil ditangkap anggota Reskrim Polsek Kalidoni Palembang menyusul laporan orangtua korban. Kemudian diketahui, RD dan Tio kenal lewat situs jejaring sosial facebook.

Kapolresta Palembang Kombes Pol Cahyo Budi Siswanto melalui Kapolsek Kalidoni AKP Asmaja didampingi Kanit Reskrim Aiptu Sungkono membenarkan penangkapan tersebut. Dijelaskan, anggotanya mendapat laporan dari orangtua RD, Minggu (23/1) sekitar pukul 12.00.
Orangtua RD
mengaku, anaknya sudah dibawa lari seseorang saat mereka tidak di rumah. Mendapat informasi tersebut, anggota polisi kemudian
menindaklanjuti. Setelah satu hari dilakukan pencarian, polisi berhasil mengetahui keberadaan RD. Ia ditemukan di rumah salah satu temannya di kawasan Lemabang.

Setelah dimintai keterangan, RD mengaku telah diperkosa Tio teman barunya. Anggotanya kemudian langsung menuju rumah Tio yang berada di kawasan Jl Sukarejo Lorong Kuner No 35 RT 16 RW 3 Kelurahan 8 Ilir Kecamatan IT II Palembang. Agar pelaku tidak kabur, petugas kemudian memancingnya keluar terlebih dahulu. Mereka menggunakan ponsel milik RD dan meminta untuk bertemu. Tidak sadar telah dijebak Tio pun dengan mudah diringkus lalu dibawa ke Mapolsek Kalidoni Palembang untuk dimintai keterangan.

"Pelaku saat ini diamankan di Mapolsek Kalidoni Palembang. Dari hasil interogasi, Tio mengaku sudah melakukan hubungan badan dengan RD sebanyak dua kali," ujar AKP Asmaja.

Sementara itu, Tio membantah jika ia dituduh memperkosa RD. Menurutnya apa yang mereka lakukan atas dasar suka sama suka. Ia dan RD baru satu bulan kenal. Perkenalan mereka bermula dari situs facebook. Awalnya ia mendapati akun milik RD, memintanya menjadi temannya di facebook. Mahasiswa ini pun merespon dan setuju menjalin pertemanan.

Perkenalan pun kemudian berlanjut. Mereka berdua sering chatting (ngobrol melalui internet, Red). Keduanya lalu saling mencurahkan isi hari (curhat). Hingga akhirnya perkenalan di dunia maya tersebut berlanjut ke dunia nyata. Seingatnya, ia sudah tiga kali bertemu RD.

"Ia sering cerita sering dimarahi orangtuanya. Apalagi ia hanya anak angkat hingga tidak dipedulikan lagi," ujar Tio.

Kemudian Minggu pagi lalu, ia menerima SMS dari RD yang mengajak bertemu. Tio pun menyambut baik ajakan tersebut dan langsung menjemputnya. Keduanya kemudian menuju ke Jl POM IX dan menonton pertandingan final basket di GOR Indoor Lumban Tirta Palembang.

Setelah itu RD minta ditemani membeli buku di PTC.
Karena hari sudah mulai malam, ia kemudian mengajak RD pulang. Namun ketika tiba di pintu gerbang rumahnya, RD malah menolak pulang dengan alasan takut dimarahi orangtuanya. RD kemudian minta diantarkan ke rumah Omanya, namun ketika tiba di depan pintu malah enggan masuk.

"Ia malah bertanya saya ada uang berapa. Ia justru minta dibawa ke hotel. Karena hari sudah malam, saya pun menurut saja," imbuh Tio.

Tio kemudian mengajak RD ke hotel Merak, yang ada di kawasan Dr M Isa Palembang. Di kamar No 6, mereka lalu melakukan hubungan intim. Namun tidak ada paksaan sama sekali, dan dilakukan atas dasar suka sama suka. Setelah itu ia meninggalkan RD di kamar hotel, dan pulang ke rumahnya. Keesokan harinya sebelum mengantar RD pulang ke rumah, mereka kembali melakukan hubungan intim di kamar hotel.

Senin, 29 November 2010

Siswi SMP Bingung Memilih Ayah Janin dalam Kandungannya

Pasiar2.blogspot.com, BATAM- Sebut saja namanya Putik (14) siswi SMP di Batam kebingungan memilih satu diantara 3 pria sebagai ayah janin yang kini jalan 4 bulan dikandungnya. Tiga pria tersebut kini sudah menghuni sel tahanan Mapolsek Sekupang, Batam, gara-gara ambil bagian meniduri Putik pada waktu yang berbeda.Dituturkan, Putik pertama hubungan intim dengan Ari (19) pacarnya sekitar 6 bulan silam. Kemudian hubungan pacaran yang sudah melanggar norma-norma itu akhirnya putus. Putik pun menjalin asmara dengan Maulana (19) yang tak lain teman Ari juga.Putik melakukan hubungan intim dengan Maulana sebanyak 4 kali kemudian cekcok dan putus juga. Lepas dari dekapan Maulana, Putik pun jatuh ke pelukan Rasid sama sama teman sebaya pria sebelumnya.Anehnya, Putik juga melakukan seks dengan Rasid justru di rumah Ari. Dalam hal ini, Putik tidak bisa menyebutkan tanggal pastinya, kapan melakukan hubungan intim dengan ketiga pria tersebut. Dengan Rasid pun pacaran kelewat batas itu tak berjalan lama kemudian putus juga.Belakangan Putik merasa tidak lagi mensturasi dan kemudian dia ceritakan masalah ini kepada Rasid alias hamil. Mendengar pengakuan Putik, Rasid bersedia bertanggungjawab asal janin yang dikandungnya itu merupakan hasil hubungan dengan dirinya."Saya mau tanggung jawab asalkan itu hasil hubungan saya dengan Putik. Tapi saya ingin dilakukan tes DNA dulu, jika tidak maka belum diketahui siapa calon ayah bayi yang ada dalam kandungan Putik," kata Rasid yang ditemui di Mapolsekta Sekupang, Kamis (25/11/2010).Ari dan Maulana juga bersikap demikian. Mereka mau bertanggungjawab asalkan anak dalam kandungan Putik itu benar benar hasil hubungan intim dengannya.Orangtua Putik pun malu bercampur bingung dengan masalah yang dihadapi anaknya. Dia lapor ke polisi, kemudian ketiga pemuda tersebut langsung diciduk dan ditahan di Mapolsekta Sekupang.Ketiga pria itu sudah mengakui apa yang diperbuat terhadap Putik, atas dasar suka sama suka. Maulana mengaku meniduri Putik sebanyak 4 kali dilakukan di rumah Mualana kawasan Tiban I dan di hotel dekat Seraya. Sementara Ari dan Rasid juga mengaku sama, perbuatannya itu dilakukan hanya sekali rumah Ari di Tiban I, Sekupang.mengatakan atas laporan dari korban bersama orang tuanya pihaknya langsung menangkap ketiga pelaku saat itu juga."Ketiga pelaku kita kenakan pasal 81 UU No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak jo 287 KUHP dengan ancaman 15 tahun kurungan penjara" kata Kapolsekta Sekupang, AKP I Dewa Nyoman Surta Negara melalui Kanit Reskrim, Ipda Chrisman Panjaitan (*)

Selasa, 23 November 2010

Pelajar SMP dan SMA di Aceh Mesum di WC



Warga Desa Meunasah Manyang, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Jumat (23/4/2010) dini hari, memandikan dua pasangan yang diduga melakukan khalwat di salah satu ruko desa setempat dengan menggunakan air parit.

LHOKSEUMAWE,pasiar2.blogspot.com Memprihatinkan, Sepasang anak baru gede (ABG), sebut saja Lia yang masih duduk di bangku SMP serta Ham yang masih berstatus murid sebuah SMA, ditemukan bermesum ria di WC sebuah SMA di Panton Labu, Aceh Utara. Mirisnya lagi, Lia yang masih bau kencur serta Ham sang bocah karbitan mengaku sudah sering melakukan hubungan bak suami istri. Kedua muda-mudi itu juga mengaku 'akrab' dengan yang namanya kondom. “Saya bersedia nikah,” kata Ham enteng saat ditanya soal konsekuensi tindakannya tersebut. Pasangan yang berstatus siswa itu ditangkap sedang melakukan kegiatan ekstra kurikuler (ekskul) haram, dalam WC sebuah SMA di Pantonlabu Kecamatan Tanah Jambo Aye Aceh Utara.
Usai dipergoki, keduanya sempat diarak dengan berjalan kaki dari SMA menuju Meunasah Kota Pantonlabu. Tentu saja, arak-arakan bak pengantin sunat itu mendapat perhatian warga yang berada di pasar yang kebetulan dilewati.Setelah keduanya diarak ke meunasah dan rumah Pak Keuchik, remaja Ham lalu dibawa ke Mapolsek Tanah Jambo Aye, dengan sangkaan mencabuli anak di bawah umur.Adapun Kepala Desa Meunasah Panton, Bachtiar, mengiyakan adanya peristiwa tersebut. “Setelah digrebek pemuda, mereka dibawa ke rumah saya. Awalnya, mau kita selesaikan secara adat. Namun, pihak perempuan sedikit keberatan, dan membawa kasus ini ke Polsek,” sebut Bachtiar.Kapolres Aceh Utara AKBP Farid Bachtiar Efendi melalui Kapolsek Tanah Jambo Aye, Iptu Mardan P menyebutkan, setelah menerima aduan dari pihak keluarga perempuan, pihaknya langsung menjemput Ham dan Lia dari rumah Kepala Desa Meunasah Panton.
Sumber : Serambi Indonesia

Minggu, 21 November 2010

Video Mesum Anak SMP Gemparkan Ponorogo

Kasus peredaran video mesum yang diduga melibatkan pelajar di Ponorogo kembali mencuat. Video yang merekam hubungan layaknya suami istri itu, diduga diperankan salah satu siswi SMP negeri di Kabupaten Ponorogo dan seorang pemuda. Saat ini, video itu sedang marak beredar dari ponsel ke ponsel, di Kecamatan Sawoo, Sambit, dan Mlarak. "Kata teman yang lebih dulu mendapatkan rekaman ini, gadis dalam video itu siswi SMP negeri,’’ terang Suk, salah satu pelajar asal Mlarak kepada Surya, Minggu (21/11/2010). Dalam video tersebut, wajah si gadis terlihat sangat jelas, sehingga bisa mudah dikenali.Perbuatan mesum itu diperkirakan direkam melalui ponsel dengan cara, ponsel lebih dulu diletakkan di sudut ruangan kamar menghadap ke ranjang. Dengan posisi kamera ponsel seperti itu, hampir semua adegan terlihat jelas kendati tidak detail. Hingga kemarin, rekaman video itu terus beredar dari ponsel satu ke ponsel lainnya. Di beberapa ponsel yang ditemui Surya, tertulis file ‘R ngesek’. Inisial R diduga merupakan nama awal salah satu pelaku dalam video tersebut.Hingga berita ini ditulis, pihak sekolah yang diduga menjadi tempat menuntut ilmu siswi SMP itu, belum bisa dikonfirmasi terkait kebenaran pelaku adegan video mesum tersebut. Hanya saja, beberapa siswa yang satu sekolah dengan pelaku menyatakan siswi yang menjadi pelaku dalam video itu hingga Sabtu (20/11/2010), masih terlihat masuk sekolah seperti biasa. (*)

Sumber :Surya